Sep
09
2010
Today
Banner

Who's Online

Terdapat 1 Tamu online
Jumlah Kunjungan Konten : 33646
Ikut English Club di MRC…., mau dong!

“In the name of AllahMost gracious, Most MercifulLord, put courage into my heartEase my task for meAnd loosen the knot of my tongueSo that, they may understand my wordsAmin…”Dalam waktu kurang...
Selengkapnya...

Menyikapi Rejeki PDF Cetak E-mail
Oleh Administrator Yasmin   
Kamis, 24 Juli 2008 01:05

Nabi Musa menyaksikan seorang fakir, yang karena kefakirannya tidur di atas tan     ah padang pasir tanpa baju. Setelah beliau mendekatinya, si fakir berkata, “Wahai Musa, mohonlah kepada Allah agar   memberi saya sedikit rejeki yang dapat membebaskan saya dari kemiskinan ini”.

Karena perihatin melihat kondisi si fakir, Nabi Musa lalu memohon kepada Allah agar dikaruniakan kepadanya rejeki yang diperlukannya, lalu beliau segera melanjutkan perjalanannya ke gunung untuk bermunajat kepada Allah Swt.  

 

Hari berikutnya, Nabi Musa pulang melalui jalan yang sama dan melihat si fakir yang telah dia doakan dalam keadaan terikat, babak belur dan dikelilingi oleh sekelompok orang.

Nabi Musa as bertanya, “Apa yang telah terjadi?” Mereka menjawab, “Baru saja dia mendapatkan uang, lalu digunakannya untuk minum arak sampai mabuk dan melakukan penyerangan hingga membunuh seseorang. Dan sekarang mereka menangkapnya untuk melaksanakan hukum qishash dan menggantungnya”.

 

Rejeki merupakan salah satu nikmat Allah, sekaligus amanah yang cukup berat dari Allah Swt. Acapkali, ketika seseorang mendapatkan rejeki, mereka lupa diri, terkunci hatinya untuk bersyukur atas anugerah Allah tersebut.  Allah Swt memperingatkan bahaya bagi orang yang tidak memanfaatkan rejeki sesuai syariat-Nya, “Dan jikalau Allah melapangkan rejeki kepada hamba-hamba-Nya, tentulah mereka akan melampaui batas di muka bumi”.

 

Sungguh rejeki itu merupakan tanda kasih dan kemurahan Allah Swt. Betapa Allah swt memberikan kepada setiap makhluk-Nya curahan rejeki.  Firman Allah Swt. “Dan tidak ada satu binatang melatapun dibumi melainkan Allah-lah yang memberikan rejekinya. (QS. Hud: 6) 

Rasulullah Saw bersabda: “Rejeki itu mengejar seorang hamba dengan cepat, melebihi kematiannya”. Tidak ada binatang melata di muka bumi ini yang Allah tidak menentukan rejekinya, dan tidak ada jiwa yang mati melainkan dia telah memakan makanan terakhir yang ditakdirkan atasnya. Manusia dalam memenuhi seluruh kebutuhan hidupnya, harus berusaha mencari rejeki dengan cara halal. Jika dia telah berusaha tetapi masih mendapat kekurangan, jangan sampai ada pikiran untuk mencarinya dengan cara yang haram. Sebaik-baik cara menghadapi kekurangan ini adalah bersabar dan tetap bersyukur kepada-Nya.

Setiap manusia memiliki cara khusus dalam mencari rejeki; sebagian menjadi saudagar dan beragang, sebagian menjadi kuli angkut barang, sebagian menjadi pegawai, dan jika seseorang tidak merasa puas dan ckup dengan pembagian ini, maka dia akan dihinggapi oleh sifat hina tamak dan serakah. Dan demi memuaskan keserakahannya itu dia akan melakukan berbagai perbuatan haram demi mendapatkan apa yang diinginkannya. Dan tidak ada cara lain untuk menghindarkan diri dari perbuatan tercela ini, melainkan dengan bertawakkal dan menyerahkan diri kepada Allah Swt.

 

Sebaik-baik cara mencari rejeki Allah swt adalah dengan berikhtiar dengan segenap daya dan upaya di jalan yang halal dan diridhoi Allah. Mengiringi setiap upaya kita dengan untaian doa dan amal sholeh. Secara konsisten dengan penuh keikhlasan mencari jalan menggapai rejeki halal, dan selalu bersyukur di kala dikaruniai rejeki ataupun tidak diberikan rejeki, karena Allah swt tidak pernah mendzalimi hamba-Nya.

 

Tahap selanjutnya untuk mendapatkan keberkahan rejeki adalah, sucikan rejeki kita dengan zakat, sedekah dan berbagi dalam bingkai keikhlasan kepada dhu’afa. Pilih dan pertimbangkan manfaat terbaik dalam pemberian tersebut, sehingga mereka benar-benar mendapatkan solusi terbaik. Dan berikanlah dengan penuh kerendahan dan pengabdian karena sejatinya ketika kita berbagi, kita sedang menyambut ‘uluran tangan Tuhan’.

Semoga Allah senantiasa menjadikan kita bersyukur dan berbagi atas rejeki yang ada pada kita. Wallahu a’lam bi ash-shawab. (Sulistiyo)
Terakhir Diupdate ( Sabtu, 11 Oktober 2008 17:37 )
 
  
Banner

Modul Pembelajaran

Belajar Sains dengan PAKEM

article thumbnailOleh : ABD Sufri (Guru MI Raudhatul Muta’allimin)”Hore!!!! Air yang kita masak sudah mendidih!”, teriak Ageng dan teman-teman kelompoknya. ”Air saya juga sudah mendidih’, gumam Eha tak mau...
Selengkapnya...

Buku lain:
Banner

Pendapat Anda

Kendala fundamental utama apa yang dihadapi madrasah
 
 

Inspirasi

Seorang Pemuda Mencari Guru Agama

article thumbnailAda seorang pemuda yang lama menjalani pendidikan di luar negeri namun tidak pernah belajar agama Islam, kini kembali ke tanah air. Sesampainya di rumah ia diminta kedua orangtuanya untuk belajar agama Islam, namun ia memberi syarat agar dicarikan guru agama yang bisa menjawab 3 pertanyaan yang...
Selengkapnya...

Artikel lain:

Diskusi

Sudah Benarkah Puasa Kita?

article thumbnailRasulullah SAW bersabda : "Puasa adalah perisai (tabir penghalang dari perbuatan dosa). Maka apabila seseorang dari kamu sedang berpuasa, janganlah ia mengucapkan sesuatu yang keji dan janganlah ia berbuat jahil." (Hadits Riwayat Bukhari - Muslim)."Lima hal yang dapat membatalkan puasa: berkata...
Selengkapnya...

Artikel lain: