| Bermitra Mengembangkan Madrasah |
|
|
|
| Oleh Administrator Yasmin | |
| Kamis, 04 Juni 2009 15:48 | |
![]() Sejenak, kita resapi dua kalimat ini : 1. ‘Ada jalan tetapi tidak mudah’. 2. ‘Tidak mudah, tetapi ada jalan’. Sekilas, dua kalimat tersebut mirip. Namun keduanya memiliki makna yang bertolak belakang. Kalimat pertama, membawa kita pada situasi pesemis – kalah sebelum bertanding. Sementara kalimat kedua bermakna penuh optimisme, meskipun untuk mencapainya perlu mengerahkan segenap kemampuan. Di Yasmin, kami memilih kalimat yang kedua. Itulah rangkaian kata bijak yang selalu memotivasi diri dalam melakukan pendampingan untuk meningkatkan kualitas madrasah. Sejak awal kami menyadari bahwa tantangan yang dihadapi madrasah –terutama madrasah ibtidaiyah swasta – demikian kompleks. Sebut saja kurang harmonisnya hubungan antara madrasah dan yayasan, keterbatasan SDM, pendanaan, fasilitas pembelajaran, minimnya gaji guru, minimnya peran orang tua/masyarakat dan sebaginya. Belum lagi persoalan ‘guru terbang’, yaitu guru yang harus mengajar di berbagai madrasah karena pertimbangan kesejahteraan. Berbagai tantangan ini menyebabkan program inovasi yang akan diterapkan di madrasah, tidaklah mudah tetapi selalu ada jalan. Diperlukan 5 K : Komitmen, Konsistensi, Kreatifitas, Komunikasi dan Kemitraan untuk mencapai keberhasilan. Komitmen mendampingi madrasah telah lama kami miliki, bahkan salah satu latar belakang pendirian Yasmin adalah keprihatinan atas kualitas madrasah secara umum. Konsistensi kami wujudkan dengan tetap menjadikan program pendampingan madrasah sebagai salah satu prioritas. Sementara dari sisi komunikasi, kami menjalin pola komunikasi yang terbuka, intensif dan akrab sehingga terbangun suasana kekeluargaan. Sedangkan dari sisi kreatifitas, kami terus mengembangkan berbagai cara untuk menumbuhkan ‘semangat perubahan’ dan pola pikir ‘outside of the box’ bagi warga madrasah. Komitmen, konsistensi, kreatifitas, komunikasi jika tanpa kemitraan tidak akan berarti apa-apa. Kemitraan dengan berbagai pihak menjadi ‘amunisi’ bagi berlangsungnya program yang efektif, efisien dan jangka panjang. Kemitraan dengan warga madrasah – pengurus yayasan, komite, kepala madrasah dan guru – saat ini berjalan dengan harmonis. Keterbukaan dan suasana kekeluargaan yang terjalin menjadi ‘pintu masuk’ untuk menumbuhkan kesadaran akan pentingnya peningkatan kualitas pembelajaran dan manajerial. Bahkan kami pun selalu menjalin kerjasama dengan pengurus KKM – Kelompok Kerja Madrasah –, penilik madrasah dan Depag. Dalam hal ini Kasi Mapenda kabupaten/kota. Pak Oman Sulaeman dan Pak Eka Firdaus Penilik di KKM Limo selalu berkomunikasi untuk memantau program inovasi di KKM Limo Depok Jabar, juga Pak Kadar Sholihat – Kasi Mapenda Depag Depok yang memberikan akses dan dukungan untuk bekerjasama dengan madrasah. Kemitraan yang tak kalah penting adalah kerjasama dengan sekolah unggulan yang memiliki kepedulian terhadap perkembangan madrasah. Semisal Lazuardi Global Islamic School Cinere Depok dan Sekolah Tara Salvia di Bintaro Tangerang. Sekolah Lazuardi memberikan akses untuk memanfaatkan fasilitas pembelajaran (laboratorium komputer, perpustakaan, bis sekolah dsb) yang dimiliki untuk digunakan oleh madrasah dengan pengaturan jadwal yang disepakati. Disamping juga setiap ada kegiatan training atau workshop guru, Lazuardi mengundang perwakilan guru madrasah tanpa dipungut biaya. Demikian juga, sebagai bentuk kepedulian, Sekolah Tara Salvia selalu meminta Yasmin untuk mengirimkan perwakilan madrasah guna mengikuti kegiatan workshop dan training yang rutin diselenggarakan, tanpa dipungut biaya. Bahkan pasca training pun dilakukan monitoring di madrasah. Kemitraan juga terjalin dengan Sekolah Gratis SMP dan SMK Informatika Utama. Sekolah yang terletak di Cinere Limo Depok ini membuka kesempatan bagi guru-guru madrasah untuk mengikuti in house training yang biasa dilakukan di sekolah tersebut. Guru madrasah juga diberi kesempatan untuk memanfaatkan laboratorium komputer yang tersedia dengan lengkap di sekolah tersebut. Dari dunia perguruan tinggi, Yasmin pun telah lama menjalin kerjasama dengan Sekolah Tinggi Madinatul Ilmi Depok Jabar dalam mengadakan kegiatan training untuk guru madrasah. Sebelumnya juga telah dijalin kerjasama pemberian beasiswa bagi guru madrasah di Kec. Limo. Sayangnya program beasiswa ini berhenti karena berbagai keterbatasan yang dialami Yasmin. Tak kalah kontribusinya dalam bermitra dengan Yasmin dalam mengembangkan madrasah adalah para trainer, praktisi dan konsultan pendidikan. Sebut saja Bu Angie S. Anggari – Praktisi Pendidikan, Konsultan dan Trainer Pendidikan tingkat nasional adalah sosok yang tidak asing bagi guru-guru madrasah yang didampingi Yasmin. Juga ada Bu Ery Soekresno – Psikolog, Praktisi dan Trainer Pendidikan tingkat nasional. Pak Ali Badrudin dari SD Islam Bina Kheir Depok, Pak Afriki dan Bu Wiwi dari SDIF Al Fikri Depok yang selalu membagikan ilmunya kepada tim dari Yasmin, Pak Mukhlas Suseno dan Bu Eka dari Learning Shake Indonesia, Pak Widadi dari SD Al Ikhlas Cipete, Pak Nanang Suprayogi dosen di beberapa pergurun tinggi di Jakarta. Ada juga Bu Arfi D. Moenandaris dan Pak Indrawan Miga – Pengelola Sekolah Semut-Semut Depok dan Majalah Pendidikan Teacher Guide. Trainer yang lain adalah Pak Hernowo dari Penerbit Mizan Bandung – Penulis buku-buku best seller sebanyak lebih dari 24 judul buku dan guru bahasa Indonesia. Juga Bu Norofikah dari Fun Learning Indonesia dan Pak Irwan Widyatmoko dari Brain Power Indonesia, Bu Nurhidayah, Pak Ahmad Fikri, Pak Amru dan Pak Eko dari LPI Dompet Dhu’afa Republika. Sosok-sosok ini adalah para sukarelawan yang ketika diminta terlibat dalam pengembangan madrasah selalu menyediakan waktu, tanpa pernah memperhitungkan honor sebagai trainer/narasumber. Kemitraan strategis yang lain adalah Kerjasama dengan LAPIS – AUSAID. Kemitraan ini menjadi titik balik bagi YASMIN untuk melakukan program pendampingan madrasah yang sistematis, terukur, sesuai kebutuhan dan berkesimbungan. Kepercayaan dan dukungan dari Pimpinan , PO dan Staf LAPIS menjadi modal yang berharga dalam mengembangkan program inovasi di madrasah. Lebih dari itu, pola pendampingan dan monitoring yang dilakukan LAPIS pada YASMIN tidak sebatas memastikan bahwa program inovasi berjalan dengan baik tetapi juga berdampak pada peningkatan capacity building YASMIN. Bahkan berbagai pelatihan pun telah diberikan LAPIS kepada staf Yasmin untuk peningkatan kapasitas. Begitu banyaknya pihak yang terlibat dalam pengembangan madrasah yang kami jalankan, menumbuhkan keyakinan bahwa sebenarnya masih banyak anggota masyarakat atau institusi yang peduli akan masa depan madrasah. Kuncinya tergantung bagaimana kita membangun komunikasi dan sinergi dengan berbagai pihak tersebut. Harapannya, ketika kemitraan berjalan dengan harmonis, maka kita pun patut berharap, kelak madrasah tidak lagi dipandang sebelah mata. Semoga.
|




