|
Muridku Laki - laki dan Perempuan |
|
|
|
|
Oleh Administrator
|
|
Jumat, 23 Januari 2009 00:13 |
|

Oleh : Muhyidin Rabu 24 Desember 2008, adalah hari pengambilan rapor hasil belajar siswa-siswi untuk semester I. Rasa letih masih menyelimuti setelah 2 hari menyalin angka-angka dari leger nilai ke buku bersampul hijau itu. Pada format penilaian di rapor memang sudah tidak ada ranking atau tingkat prestasi siswa dalam kelas, tapi untuk memenuhi kebutuhan data base perlu kiranya pihak sekolah mengetahui 10 besar siswa-siswi berprestasi dalam kelas masing-masing. Untuk juara masing-masing kelas berdasarkan jumlah nilai terbesar, dari kelas IA, IB s/d VI terpilihlah : M.Bayu Ardiansyah, Ahmad Azzam, Salsabila, Devita, Fatika Nurfadillah, Fatihani Helmia dan M.Noval Fadillah. Jika dilihat dari perbandingan jumlah antara murid laki-laki dengan perempuan, nama-nama tersebut sekilas memang tidak ada yang aneh, karena murid laki-laki berjumlah 3 orang yaitu : M.Bayu Ardiansyah, Ahmad Azzam dan M.Noval Fadillah, sedangkan murid perempuan berjumlah 4 orang yaitu : Salsabila, Devita, Fatika dan Fatihani. Namun jika melihat data yang lebih luas lagi ke posisi 10 besar masing-masing kelas, maka akan terlihat perbedaan yang sangat menyolok, dimana para siswa ( murid laki-laki ) menjadi komunitas yang minoritas diantara himpitan para siswi ( murid perempuan ) yang lebih berprestasi. Dikelas I A masih fifty-fifty, kelas I B : 4 laki-laki dan 6 perempuan, kelas II : 1 berbanding 9 , kelas III menyumbang 3 siswa, kelas IV dan kelas V hanya menyisakan 1 siswa itupun hanya di posisi 7, sementara kelas VI : 3 siswa berbanding 7 siswi. |
|
Selanjutnya...
|
|
|
Pelangi di Kelas - Kelas Madrasah |
|
|
|
|
Oleh Administrator
|
|
Kamis, 22 Januari 2009 14:33 |
|
Oleh : Dewi Wahyuningsih
Banyak yang dapat ku ambil pelajaran dari setiap rutinitas ku sehari - hari mengajar di madrasah. Ternyata begitu nikmat aku terhanyut dalam penghayatan tulus untuk mengenang kembali akan indahnya karunia-Mu Ya Allah. Ini adalah beberapa kisah yang terhimpun ke dalam bentuk bacaan. Aku hanya ingin mencipta bening dalam setiap lembaran hidupku. Selanjutnya semoga bermanfaat sebagai pemicu semangat di kala jenuh mengabut, melapisi ikhlas di hati....Semoga. Amin ya Robbal `alamin. PAKEM WADI’AH Hujan terus mengguyur persada nusantara. Nyaliku tak surut. Langkah kaki dengan pasti mengayun, menyusuri jalanan menembus lebatnya hujan di pagi itu. Pukul 08.30 tepat, saat aku menjejakkan kaki di MI Nurul Ahsan. Senyum khas Bu Kokom, panggilan akrab kepala madrasah itu menyambutku. |
|
Selanjutnya...
|
|
Belajar dari Kelas Luar Biasa |
|
|
|
|
Oleh Administrator
|
|
Selasa, 20 Januari 2009 10:44 |
|
Oleh : Solihah (MI. Hiyatul Islamiyah)
Mengawali tahun ajaran baru dengan semangat baru tentu merupakan suatu keharusan bagi kita para guru. Biasanya saya membangun komitmen semacam itu. Berbagai rencana sudah tersusun di benak untuk dikembangkan di kelas. Namun sayangnya, rencana – rencana tersebut tidak saya tuliskan hingga ada beberapa yang tidak terlaksana karena lupa. |
|
Selanjutnya...
|
|
|
PENGALAMAN KETIKA MENGAWAS UJIAN AKHIR NASIONAL |
|
|
|
|
Oleh Administrator
|
|
Rabu, 07 Januari 2009 20:18 |
|
Oleh : Ibu Liyanah ( Guru M.I Salaffiyah syafiiyah )
Pada awalnya saya bingung ketika disuruh menulis tentang apa saja yang penting berhubungan dengan pendidikan. Akhirnya saya merasa kalau saya harus mencoba. Hingga menemukan beberapa masalah yang timbul di sekolah tempat saya mengajar. |
|
Selanjutnya...
|
|
Oleh Administrator
|
|
Jumat, 26 Desember 2008 09:20 |
|
Oleh Dede Kurnia MI. Nurul Islam Grogol Limo Depok Dipinggiran kota kearah selatan Jakarta, tepatnya di kelurahan Grogol Limo Depok, tak jauh dari masjid yang terkenal karena kubahnya yang berlapiskan emas. Terdapat sebuah madrasah biasa orang menyebutnya Madrasah Nurul Islam, memilih marawis sebagai salah satu ekstra kurikulernya.
|
|
Selanjutnya...
|
|
|
|
|
<< Mulai < Sebelumnya 1 2 Berikutnya > Akhir >>
|
|
Halaman 1 dari 2 |