| Menjadi Guru PNS |
|
|
|
| Oleh Administrator | |||
| Jumat, 26 Desember 2008 08:12 | |||
Oleh: Muhammad YusufMI. Asholahiyah Pancoran Mas Depok Pegawai negeri sipil (PNS) selalu menjadi idaman banyak orang. Terutama menjadi guru PNS, tak ubahnya seperti seorang selebriti yang dikerumuni ratusan bahkan sampai ribuan jumlahnya. Sehingga ada satu pertanyaan apasih enaknya jadi Guru PNS jika dibanding dengan guru honorer? Perbedaan status mungkin yang bisa terlihat jika dibandingkan antara guru PNS dengan guru honorer. Namun menapa menjadi sebuah masalah besar bagi seorang guru dalam mentransfer ilmu kepada siswa/i nya. Disela-sela kesibukanya saya pernah bertanya kepada seorang guru ”mengapa Ibu ingin sekali menjadi guru PNS?” Dengan singkat beliau menajawab ”gajinya besar dan dapat pensiunan juga, siapa yang engga mau jadi guru PNS!” Depag Kota Depok juga merupakan lembaga yang pada tahun ini membuka peluan pendaftaran PNS. Tetapi harapan menjadi PNS hanya sekedar isapan jempol buat ribuan honorer yang mengajar di madrasah disaat melihat papan pengumumnan bahwa yang akan diterima menjadi guru PNS hanya satu orang saja. ”capee deeh” kata Sulaeman (35) seorang guru mau mendaftar. Pendaftaran telah dibuka, para peserta pendaftaran dengan antusisa mulai berdatangan. Antrian pun mulai terlihat di di Kantor Departemen Agama yang biasanya sepi, kini terlihat seperti pasar, tetapu jangan salah sangka mereka bukan pedangan tetapi guru-guru yang mau mendaftar. Pendaftaran hanya dibuka dalam waktu yang teramat singkat yaitu hanya satu hari, tentunya ini menuntut persiapan para guru yang ingin mendaftar pun harus baik. Karena bisa jadi lamaran yang duah dibuat akan ditolak jika tidak sesuai dengan kriteria panitia. Banyak sekali yang menjadi alasan ingin menjadi guru PNS, salah satunya adalah kebutuhan hidup yang harus dipenuhi lebih besar jika dibandingkan dengan penghasilan sebagai guru honorer yang hanya berkisar tiga ratus sampai lima ratus ribuper bulanya imbuh Sulaeman lagi. Dengan kondisi seperti ini, boleh lah kita berharap kepada pemerintah agar lebih memperhatikan kondisi guru-guru honorer apalagi mereka yang sudah mengajar hampir puluhan tahun, tetntunya harus mendapat prioritas lebih untuk langsung diangkat menjadi PNS tanpa harus mengikuti proses yang melalahkan, karena sesungguhnya kehidupan mereka sudah sangat melalahkan
|




Oleh: Muhammad Yusuf